<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muslim Nias &#187; TWA_H24</title>
	<atom:link href="http://sejarah.muslim-nias.org/author/admin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sejarah.muslim-nias.org</link>
	<description>Sejarah &#38; Budaya Muslim Nias</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Jan 2010 23:59:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sejarawan: Dijajah 350 Tahun itu Mitos</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2010/01/sejarawan-dijajah-350-tahun-itu-mitos/</link>
		<comments>http://sejarah.muslim-nias.org/2010/01/sejarawan-dijajah-350-tahun-itu-mitos/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 23:59:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TWA_H24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[belanda]]></category>
		<category><![CDATA[kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[penjajahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Medan (ANTARA News) &#8211; Sejarawan Taufik Abdullah, Selasa, mengatakan Indonesia tidak pernah dijajah oleh Belanda selama 350 tahun, sebaliknya Belanda yang memerlukan tiga abad untuk menguasai Indonesia.
&#8220;Bangsa ini terlalu lama larut dalam mitos bahwa Indonesia pernah hidup dibawah kolonialisme Belanda selama 350 tahun. Ini tidak sesuai dengan fakta, yang terjadi justru Belanda memerlukan lebih dari [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sejarah.muslim-nias.org/2010/01/sejarawan-dijajah-350-tahun-itu-mitos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Tokoh Sumbar Disebut Pernah Jabat Presiden RI</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/09/dua-tokoh-sumbar-disebut-pernah-jabat-presiden-ri/</link>
		<comments>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/09/dua-tokoh-sumbar-disebut-pernah-jabat-presiden-ri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 00:14:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TWA_H24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Pengamat sejarah, Prof Dr Muchlis Muchtar mengatakan, dua tokoh pejuang asal Sumatra Barat, yakni Sjafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat pernah menjabat sebagai Presiden Indonesia di masa revolusi fisik, namun nama mereka tidak pernah disebutkan dalam daftar nama Presiden RI karena kealpaan.
Dalam daftar nama-nama Presiden RI hanya terdapat delapan nama presiden, padahal seharusnya sepuluh nama, kata [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/09/dua-tokoh-sumbar-disebut-pernah-jabat-presiden-ri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekeping Potongan Sejarah Nias pada Abad ke-9 M</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/05/sekeping-potongan-sejarah-nias-pada-abad-ke-9-m/</link>
		<comments>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/05/sekeping-potongan-sejarah-nias-pada-abad-ke-9-m/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 00:11:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TWA_H24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[batak]]></category>
		<category><![CDATA[prasejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Dalam upaya mengumpulkan artikel-artikel yang berhubungan dengan sejarah Muslim Nias, akhirnya kami menemukan tulisan sdr. Julkifli Marbun berikut ini di salah satu blog bernama Humbang Hasundutan (http://humbahas.blogspot.com/2007/01/nias-abad-ke-9-m.html).
Blog HUMBAHAS yang menyebut blog-nya sebagai Pusat Data dan Informasi tersebut menurut pandangan kami cukup lengkap dan patut menjadi salah satu referensi atau pustaka online sejarah suku-suku di Sumatera [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/05/sekeping-potongan-sejarah-nias-pada-abad-ke-9-m/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Temuan Kerangka Manusia di Bukit Kerang Aceh Seperti Bayi Di Kandungan</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/temuan-kerangka-manusia-di-bukit-kerang-aceh-seperti-bayi-di-kandungan/</link>
		<comments>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/temuan-kerangka-manusia-di-bukit-kerang-aceh-seperti-bayi-di-kandungan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2007 00:15:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TWA_H24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[prasejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Arkeolog menyatakan bahwa posisi kerangka manusia yang terlipat di situs-situs bukit kerang berhubungan dengan kepercayaan tentang kehidupan setelah kematian. &#8220;Mereka melipat jenazah sama seperti mengembalikan manusia ke dalam kandungan, hidup lagi,&#8221; kata Lukas Partanda Koestoro, Kepala Balai Arkeologi Medan kepada Tempo pada selasa lalu.

Penguburan jenazah berlipat seperti itu ditemukan oleh arkeolog dari Medan di situs [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/temuan-kerangka-manusia-di-bukit-kerang-aceh-seperti-bayi-di-kandungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dapur Kerang Tersebar Sampai Eropa</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/dapur-kerang-tersebar-sampai-eropa/</link>
		<comments>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/dapur-kerang-tersebar-sampai-eropa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2007 00:13:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TWA_H24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[prasejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Harry Truman Simanjuntak dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional mengatakan situs bukit kerang terjadi oleh buah karya manusia (bukan terbentuk alami). “Lantaran ditemukan pula artefak dan ekofak di dalamnya,” kata dia kepada Tempo kemarin.

Artefak dan ekofak itu antara lain berbagai peralatan manusia dari batu, gerabah, dan tulang. Selain itu juga ditemukan bekas permukiman dan tulang belulang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/dapur-kerang-tersebar-sampai-eropa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manusia dari Bukit Kerang</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/manusia-dari-bukit-kerang/</link>
		<comments>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/manusia-dari-bukit-kerang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2007 00:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TWA_H24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[prasejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Sehamparan sawah itu tak lagi terawat setelah banjir menghantamnya pada akhir tahun lalu. Pematangnya sudah dikepung rerumputan liar. Tak jauh dari sana, sebuah bukit memanjang dari utara ke selatan.
Bukit yang ada di Kampung Pangkalan, Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussalam itu, disebut bukit kerang. Bukit itu memang terbentuk dari sisa-sisa cangkang yang menggunduk, bercampur dengan tanah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/manusia-dari-bukit-kerang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nias Baru Masuki Zaman Megalitik Pada 1600</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/nias-baru-masuki-zaman-megalitik-pada-1600/</link>
		<comments>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/nias-baru-masuki-zaman-megalitik-pada-1600/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2007 00:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TWA_H24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[megalitikum]]></category>
		<category><![CDATA[prasejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Penemuan sebuah situs arkeologis di Nias, Sumatera Utara, menyatakan bahwa kawasan itu baru memasuki zaman megalitikum (batu besar) pada tahun 1600. “Daerah lain di Indonesia zaman itu sudah masuk zaman kolonial, sedangkan di Nias memasuki kebudayaan batu,&#8221; kata Ketut Wiradyana, Peneliti Balai Arkeolaogi Medan kepada Tempo, di kantornya kemarin.

Situs itu adalah Tundrumbaho di Kecamatan Gomo, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/nias-baru-masuki-zaman-megalitik-pada-1600/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islam Masuk ke Nusantara Saat Rasulullah SAW Masih Hidup (Bag.2 Tamat)</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/islam-masuk-ke-nusantara-saat-rasulullah-saw-masih-hidup-bag2-tamat/</link>
		<comments>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/islam-masuk-ke-nusantara-saat-rasulullah-saw-masih-hidup-bag2-tamat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2007 02:35:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TWA_H24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Sejarahwan T. W. Arnold dalam karyanya “The Preaching of Islam” (1968) juga menguatkan temuan bahwa agama Islam telah dibawa oleh mubaligh-mubaligh Islam asal jazirah Arab ke Nusantara sejak awal abad ke-7 M.

Setelah abad ke-7 M, Islam mulai berkembang di kawasan ini, misal, menurut laporan sejarah negeri Tiongkok bahwa pada tahun 977 M, seorang duta Islam [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/islam-masuk-ke-nusantara-saat-rasulullah-saw-masih-hidup-bag2-tamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islam Masuk ke Nusantara Saat Rasulullah SAW Masih Hidup (Bag 1)</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/islam-masuk-ke-nusantara-saat-rasulullah-saw-masih-hidup/</link>
		<comments>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/islam-masuk-ke-nusantara-saat-rasulullah-saw-masih-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2007 02:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TWA_H24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Kebanyakan kita ummat Islam di Indonesia, khususnya yang pernah membaca sejarah masuknya Islam di Nusantara meyakini bahwa Islam masuk ke negeri ini pada abad ke 14 Masehi yang di bawa oleh pedagang dari Gujarat, India. Tapi tahukah anda bahwa sesungguhnya Islam sudah masuk ke Nusantara pada masa Rasulullah SAW masih hidup.

Kalau demikian, siapa yang mengatakan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/04/islam-masuk-ke-nusantara-saat-rasulullah-saw-masih-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jejak Manusia Pertama Sumatera Utara Ada di Pulau Nias</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/jejak-manusia-pertama-sumatera-utara-ada-di-pulau-nias/</link>
		<comments>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/jejak-manusia-pertama-sumatera-utara-ada-di-pulau-nias/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Feb 2007 06:55:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TWA_H24</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[arkeologi]]></category>
		<category><![CDATA[prasejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Penelitian Balai Arkeologi Medan menguak jejak peradaban manusia pertama di Sumatera Utara. Jejak kehadiran manusia tergambar dari temuan arkeologis seperti sisa-sisa vertebrata (tulang dan gigi).
Lokasinya di sebuah goa pada ketinggian 175 meter di atas permukaan laut di Desa Lolowonu Niko&#8217;otano, Kecamatan Gunung Sitoli, Kabupaten Nias.

Temuan lain dari perut goa yang dikeruk hingga kedalaman 4 meter, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/jejak-manusia-pertama-sumatera-utara-ada-di-pulau-nias/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
