Medan (ANTARA News) – Sejarawan Taufik Abdullah, Selasa, mengatakan Indonesia tidak pernah dijajah oleh Belanda selama 350 tahun, sebaliknya Belanda yang memerlukan tiga abad untuk menguasai Indonesia.
“Bangsa ini terlalu lama larut dalam mitos bahwa Indonesia pernah hidup dibawah kolonialisme Belanda selama 350 tahun. Ini tidak sesuai dengan fakta, yang terjadi justru Belanda memerlukan lebih dari 300 tahun untuk menaklukkan beberapa daerah di Hindia Belanda,” katanya di Medan, Selasa.
More →
Read More | No Comments →
Pengamat sejarah, Prof Dr Muchlis Muchtar mengatakan, dua tokoh pejuang asal Sumatra Barat, yakni Sjafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat pernah menjabat sebagai Presiden Indonesia di masa revolusi fisik, namun nama mereka tidak pernah disebutkan dalam daftar nama Presiden RI karena kealpaan.
Dalam daftar nama-nama Presiden RI hanya terdapat delapan nama presiden, padahal seharusnya sepuluh nama, kata Muchlis di Padang, Rabu.
More →
Read More | No Comments →
Dalam upaya mengumpulkan artikel-artikel yang berhubungan dengan sejarah Muslim Nias, akhirnya kami menemukan tulisan sdr. Julkifli Marbun berikut ini di salah satu blog bernama Humbang Hasundutan (http://humbahas.blogspot.com/2007/01/nias-abad-ke-9-m.html).
Blog HUMBAHAS yang menyebut blog-nya sebagai Pusat Data dan Informasi tersebut menurut pandangan kami cukup lengkap dan patut menjadi salah satu referensi atau pustaka online sejarah suku-suku di Sumatera Utara. Silahkan membaca sadurannya di bawah ini.
More →
Read More | 6 Comments →
Arkeolog menyatakan bahwa posisi kerangka manusia yang terlipat di situs-situs bukit kerang berhubungan dengan kepercayaan tentang kehidupan setelah kematian. “Mereka melipat jenazah sama seperti mengembalikan manusia ke dalam kandungan, hidup lagi,” kata Lukas Partanda Koestoro, Kepala Balai Arkeologi Medan kepada Tempo pada selasa lalu.
More →
Read More | No Comments →
Harry Truman Simanjuntak dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional mengatakan situs bukit kerang terjadi oleh buah karya manusia (bukan terbentuk alami). “Lantaran ditemukan pula artefak dan ekofak di dalamnya,” kata dia kepada Tempo kemarin.
More →
Read More | No Comments →
Sehamparan sawah itu tak lagi terawat setelah banjir menghantamnya pada akhir tahun lalu. Pematangnya sudah dikepung rerumputan liar. Tak jauh dari sana, sebuah bukit memanjang dari utara ke selatan.
Bukit yang ada di Kampung Pangkalan, Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussalam itu, disebut bukit kerang. Bukit itu memang terbentuk dari sisa-sisa cangkang yang menggunduk, bercampur dengan tanah dan bebatuan.
More →
Read More | No Comments →
Penemuan sebuah situs arkeologis di Nias, Sumatera Utara, menyatakan bahwa kawasan itu baru memasuki zaman megalitikum (batu besar) pada tahun 1600. “Daerah lain di Indonesia zaman itu sudah masuk zaman kolonial, sedangkan di Nias memasuki kebudayaan batu,” kata Ketut Wiradyana, Peneliti Balai Arkeolaogi Medan kepada Tempo, di kantornya kemarin.
More →
Read More | No Comments →
Sejarahwan T. W. Arnold dalam karyanya “The Preaching of Islam” (1968) juga menguatkan temuan bahwa agama Islam telah dibawa oleh mubaligh-mubaligh Islam asal jazirah Arab ke Nusantara sejak awal abad ke-7 M.
More →
Read More | 3 Comments →
Kebanyakan kita ummat Islam di Indonesia, khususnya yang pernah membaca sejarah masuknya Islam di Nusantara meyakini bahwa Islam masuk ke negeri ini pada abad ke 14 Masehi yang di bawa oleh pedagang dari Gujarat, India. Tapi tahukah anda bahwa sesungguhnya Islam sudah masuk ke Nusantara pada masa Rasulullah SAW masih hidup.
More →
Read More | No Comments →
Penelitian Balai Arkeologi Medan menguak jejak peradaban manusia pertama di Sumatera Utara. Jejak kehadiran manusia tergambar dari temuan arkeologis seperti sisa-sisa vertebrata (tulang dan gigi).
Lokasinya di sebuah goa pada ketinggian 175 meter di atas permukaan laut di Desa Lolowonu Niko’otano, Kecamatan Gunung Sitoli, Kabupaten Nias.
More →
Read More | No Comments →