<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sekeping Potongan Sejarah Nias pada Abad ke-9 M</title>
	<atom:link href="http://sejarah.muslim-nias.org/2009/05/sekeping-potongan-sejarah-nias-pada-abad-ke-9-m/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/05/sekeping-potongan-sejarah-nias-pada-abad-ke-9-m/</link>
	<description>Sejarah &#38; Budaya Muslim Nias</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Jul 2010 04:55:55 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Aswir Gea</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/05/sekeping-potongan-sejarah-nias-pada-abad-ke-9-m/comment-page-1/#comment-153</link>
		<dc:creator>Aswir Gea</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 16:00:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=41#comment-153</guid>
		<description>Assalamualaikum Julkifli, analisa saya terhadap beberapa komentar saudara-saudara kita semuanya pada dasarnya hanya perkiraan yang mencoba benar sendiri.  Kebetulan almarhum bapak saya dulu (Aiyub Samid Gea) adalah petugas pemeriksa tiket kapal feri (1985 - 2005).  Saat itu saya masih SMP di Gunungsitoli, dimana Bapak menceritakan bahwa ia sangat menyesali terhadap perbuatan pastor-pastor Katolik yang membawa batu-batu bertuliskan bahasa arab dan saat itu dari pihak kepolisian tidak bertindak.  Hal ini juga dulu pernah ada di Kecamatan Gomo ditemukan beberapa batu bertuliskan bahasa arab juga dirusak oleh oknum-oknum tertentu, sehingga jejeak budaya (bukan asal usul manusianya) juga kemungkinan besar sudah hilang.  Hal ini juga sejalan dengan beberapa benda pusaka di rumah adat Bawamataluo (Kec. Teluk Dalam) yang telah tergantikan dengan benda-benda yang baru.
Hal yang menarik ketika saya bertugas di Kendari (Sulawesi Tenggara), dimana disana saya menjumpai suku Tolaki yang menggunakan beberapa bahasa peralatan rumah tangga sama dengan bahasa Nias, seperti sudu ; manga ; ina (ibu) dan lain-lain.
Yang menarik lagi ketika saya berdiskusi dengan salah seorang bapak profesok antripologi UI menceritakan bahwa bila dilihat dari corak warna pakaian dan beberapa gerakan tarian menunjukkan budaya niasa itu mirip dengan suku palembang, suku lampung, suku gayo (aceh), suku bugis, dan suku di vitnam, philipina.  Dan ia menambahkan bahwa kemungkinan suku nias berasal dari bagian tentara Kaisar Ho Chi Min (dari daratan China) yang melarikan diri dan tersebar di sebelah Utara meliputi daratan malaysia, aceh, nias hingga jambi.  Sedangkan sebelah selatan meliputi vietnam, philipina, kalimantan, sulawesi, ternate dan beberapa daerah di ambon.
Mas zulkifli juga dapat menganalisas bentuk-bentuk kerucut atap rumah dari masing-masing suku di atas, pasti ada yang mirip kan ..... lancip.
Saya saat ini juga sanagt prihatin dengan budaya saya mas zulkifli, terutama dengan seni musik yang cenderung sangat bertentangan dengan budaya laki-laki nias yang katanya seorang pemberani, tapi sekarang ..... merengek tentang cinta dengan syair yang mendayu-dayu ............ kayak banci ........ maaf bagi yang tersinggung.
Mas zulkifli, pada dasarnya saya pingin cerita banyak .......  kalau mau kontak saya silahkan di nomor 0813 1937 6830 (Aswir Gea, SP).
Assalamu&#039;alaikum wwb,..............</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Julkifli, analisa saya terhadap beberapa komentar saudara-saudara kita semuanya pada dasarnya hanya perkiraan yang mencoba benar sendiri.  Kebetulan almarhum bapak saya dulu (Aiyub Samid Gea) adalah petugas pemeriksa tiket kapal feri (1985 &#8211; 2005).  Saat itu saya masih SMP di Gunungsitoli, dimana Bapak menceritakan bahwa ia sangat menyesali terhadap perbuatan pastor-pastor Katolik yang membawa batu-batu bertuliskan bahasa arab dan saat itu dari pihak kepolisian tidak bertindak.  Hal ini juga dulu pernah ada di Kecamatan Gomo ditemukan beberapa batu bertuliskan bahasa arab juga dirusak oleh oknum-oknum tertentu, sehingga jejeak budaya (bukan asal usul manusianya) juga kemungkinan besar sudah hilang.  Hal ini juga sejalan dengan beberapa benda pusaka di rumah adat Bawamataluo (Kec. Teluk Dalam) yang telah tergantikan dengan benda-benda yang baru.<br />
Hal yang menarik ketika saya bertugas di Kendari (Sulawesi Tenggara), dimana disana saya menjumpai suku Tolaki yang menggunakan beberapa bahasa peralatan rumah tangga sama dengan bahasa Nias, seperti sudu ; manga ; ina (ibu) dan lain-lain.<br />
Yang menarik lagi ketika saya berdiskusi dengan salah seorang bapak profesok antripologi UI menceritakan bahwa bila dilihat dari corak warna pakaian dan beberapa gerakan tarian menunjukkan budaya niasa itu mirip dengan suku palembang, suku lampung, suku gayo (aceh), suku bugis, dan suku di vitnam, philipina.  Dan ia menambahkan bahwa kemungkinan suku nias berasal dari bagian tentara Kaisar Ho Chi Min (dari daratan China) yang melarikan diri dan tersebar di sebelah Utara meliputi daratan malaysia, aceh, nias hingga jambi.  Sedangkan sebelah selatan meliputi vietnam, philipina, kalimantan, sulawesi, ternate dan beberapa daerah di ambon.<br />
Mas zulkifli juga dapat menganalisas bentuk-bentuk kerucut atap rumah dari masing-masing suku di atas, pasti ada yang mirip kan &#8230;.. lancip.<br />
Saya saat ini juga sanagt prihatin dengan budaya saya mas zulkifli, terutama dengan seni musik yang cenderung sangat bertentangan dengan budaya laki-laki nias yang katanya seorang pemberani, tapi sekarang &#8230;.. merengek tentang cinta dengan syair yang mendayu-dayu &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; kayak banci &#8230;&#8230;.. maaf bagi yang tersinggung.<br />
Mas zulkifli, pada dasarnya saya pingin cerita banyak &#8230;&#8230;.  kalau mau kontak saya silahkan di nomor 0813 1937 6830 (Aswir Gea, SP).<br />
Assalamu&#8217;alaikum wwb,&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wayan</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/05/sekeping-potongan-sejarah-nias-pada-abad-ke-9-m/comment-page-1/#comment-148</link>
		<dc:creator>wayan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 15:03:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=41#comment-148</guid>
		<description>Saya kira, klo Nias mempunyai hubungan kekerabatan dengan suku batak... adalah hal yang wajar mengingat secara geografis wilayah batak paling dekat letaknya ....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kira, klo Nias mempunyai hubungan kekerabatan dengan suku batak&#8230; adalah hal yang wajar mengingat secara geografis wilayah batak paling dekat letaknya &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wayang</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/05/sekeping-potongan-sejarah-nias-pada-abad-ke-9-m/comment-page-1/#comment-147</link>
		<dc:creator>wayang</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 14:58:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=41#comment-147</guid>
		<description>Dan contoh lain di India, Kesultanan Moghul - Delhi yang berkuasa selama 800 tahun mempunyai populasi muslim hanya 15 % saja ....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dan contoh lain di India, Kesultanan Moghul &#8211; Delhi yang berkuasa selama 800 tahun mempunyai populasi muslim hanya 15 % saja &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bagas</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/05/sekeping-potongan-sejarah-nias-pada-abad-ke-9-m/comment-page-1/#comment-146</link>
		<dc:creator>bagas</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 14:55:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=41#comment-146</guid>
		<description>Buat sdr. Devid Bu&#039;ulolo ...
Saya kira argumen jika Nias berada dibawah kesultanan  Barus maka penduduknya seharusnya mayoritas muslim kurang tepat...
karena banyak daerah di indonesia yg berada dibawah kesultanan, namun  penduduknya tetap beragama pribumi / non muslim...
sebagai contoh : 
- Toraja dibawah kesultanan Bugis Palopo
- Tobelo dibawah kesultanan Ternate
- Dayak Meratus &amp; Kalteng dibawah kesultanan Banjar ...
- Suku Badui dibawah kesultanan Banten ..
- dan banyak contoh lainnya  ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buat sdr. Devid Bu&#8217;ulolo &#8230;<br />
Saya kira argumen jika Nias berada dibawah kesultanan  Barus maka penduduknya seharusnya mayoritas muslim kurang tepat&#8230;<br />
karena banyak daerah di indonesia yg berada dibawah kesultanan, namun  penduduknya tetap beragama pribumi / non muslim&#8230;<br />
sebagai contoh :<br />
- Toraja dibawah kesultanan Bugis Palopo<br />
- Tobelo dibawah kesultanan Ternate<br />
- Dayak Meratus &amp; Kalteng dibawah kesultanan Banjar &#8230;<br />
- Suku Badui dibawah kesultanan Banten ..<br />
- dan banyak contoh lainnya  &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: NOORUN.GULO</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/05/sekeping-potongan-sejarah-nias-pada-abad-ke-9-m/comment-page-1/#comment-142</link>
		<dc:creator>NOORUN.GULO</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 06:38:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=41#comment-142</guid>
		<description>Salam &#039;alaikum...
My blood is NIAS, and that was enough to prove that I was NIAS.....
NIAS muslim proud to be the NIAS, and non-Muslims are also proud to be the NIAS,
Differences should not be used as separators .... but make equality as a principle of unity,
NIAS that SMART people use their minds... can be proud to be PUTRA NIAS..
NIAS is strong ...
NIAS is peace ..
Hopefully Nias Prosper in the future ...
Amin....1000x..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam &#8216;alaikum&#8230;<br />
My blood is NIAS, and that was enough to prove that I was NIAS&#8230;..<br />
NIAS muslim proud to be the NIAS, and non-Muslims are also proud to be the NIAS,<br />
Differences should not be used as separators &#8230;. but make equality as a principle of unity,<br />
NIAS that SMART people use their minds&#8230; can be proud to be PUTRA NIAS..<br />
NIAS is strong &#8230;<br />
NIAS is peace ..<br />
Hopefully Nias Prosper in the future &#8230;<br />
Amin&#8230;.1000x..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: JE.GULO</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/05/sekeping-potongan-sejarah-nias-pada-abad-ke-9-m/comment-page-1/#comment-139</link>
		<dc:creator>JE.GULO</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 21:00:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=41#comment-139</guid>
		<description>SALAM, SHALOM, YAHOWU............

Kita smua basodara jd, mari sama2 membangun persaudaraan yang sejati untuk NKRI Tercinta, para pejuang kita, mendirikan Negara ini dengan darah tanpa membedakan. suku, agama, dll oleh krn itu, hendaknya  perbedaan itu kt, gunakan sebagai, motifasi untuk mengisi KEMERDEAAN ini,

Untuk saudaraku Muslim Nias trimakasih anda mengakui itu dan saya rasa dikampung halaman kt sana mmg telah terjalin Rasa Kekeluargaan dan Saling Menghormati yg,cukup Arif dan Bijaksana sesuai dengan Budaya kt, ayo kt bawa semangat itu demi kemajuan bangsa ini bukan dengan perdebatan yg tiada guna terutama  masyarakat Nias yang ada di Perantauan,

Smoga Niat2 baik kt semua mEMBANGUN NIAS nun jauh disana diberkahi oleh Kasih Tuhan YME.     mERDEKA...............!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SALAM, SHALOM, YAHOWU&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Kita smua basodara jd, mari sama2 membangun persaudaraan yang sejati untuk NKRI Tercinta, para pejuang kita, mendirikan Negara ini dengan darah tanpa membedakan. suku, agama, dll oleh krn itu, hendaknya  perbedaan itu kt, gunakan sebagai, motifasi untuk mengisi KEMERDEAAN ini,</p>
<p>Untuk saudaraku Muslim Nias trimakasih anda mengakui itu dan saya rasa dikampung halaman kt sana mmg telah terjalin Rasa Kekeluargaan dan Saling Menghormati yg,cukup Arif dan Bijaksana sesuai dengan Budaya kt, ayo kt bawa semangat itu demi kemajuan bangsa ini bukan dengan perdebatan yg tiada guna terutama  masyarakat Nias yang ada di Perantauan,</p>
<p>Smoga Niat2 baik kt semua mEMBANGUN NIAS nun jauh disana diberkahi oleh Kasih Tuhan YME.     mERDEKA&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Devid Bu'ulolo</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/05/sekeping-potongan-sejarah-nias-pada-abad-ke-9-m/comment-page-1/#comment-137</link>
		<dc:creator>Devid Bu'ulolo</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 11:09:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=41#comment-137</guid>
		<description>Maaf, saya sedikit melihat kejanggalan dari paparan yang anda sampaikan. Walaupun data-data yang anda sampaikan merupakan data-data saduran, tetapi kita layak menjaga dan mencoba menelaah sebuah informasi sebelum menyampaikannya kepada publik agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Secara logika, jika dahulu betul Nias berada dibawah kesultanan Barus, mengapa Nias pada masa ini bukan mayoritas menganut agama islam? Mengingat pada masa itu, orang-orang dari luar nusantara, baik eropa dan arab secara tidak langsung membawa misi keagamaan.

Jika dilihat lagi, masyarakat Nias yang menganut agama islam kebanyakan hanya berada di daerah pesisirnya saja. (Ini berdasarkan data yang mengatakan bahwa Teuku Polem masuk ke Nias sekitar tahun 1640an). 

Padahal, pusat peradaban dan kebudayaan serta raja-raja di Nias berada di pusat, diperbukitan, contohnya Bawomataluo. Ini mengingat kondisi alam dan seringnya Nusantara diguncang gempa (Ring of fire)&gt; merupakan bentuk kearifan asli leluhur di nusantara dalam bersinergi dengan alam. Selain itu pemilihan lokasi yang sulit, juga untuk mempertahankan daerah kekuasaan dari serangan musuh.

Jadi, jika benar Nias berada di bawah kekuasaan kesultanan Baros, mengapa di pusat peradaban Nias tidak terdapat jejak-jejak dari budaya Islam? Sepertinya ada penyimpangan sejarah di sini. Dengan menggunakan logika saja ini sudah sangat janggal.

Untuk saudara &quot;asli Nias&quot;
Anda ini mengaku orang Nias tapi secara tidak langsung anda menghina leluhur anda sendiri dengan mengatakan asal-usul orang Nias dari China. Leluhur orang Nias berasal dari Nias, bukan dari mana-mana. Jika ada kemiripan, memang iya. Bisa jadi mereka yang berasal dari Nias. Saya tidak pernah melihat budaya megalitikum yang tinggi seperti di NIas ada di Cina. Manakah budaya megalitikum Cina?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf, saya sedikit melihat kejanggalan dari paparan yang anda sampaikan. Walaupun data-data yang anda sampaikan merupakan data-data saduran, tetapi kita layak menjaga dan mencoba menelaah sebuah informasi sebelum menyampaikannya kepada publik agar tidak terjadi kesalahpahaman.</p>
<p>Secara logika, jika dahulu betul Nias berada dibawah kesultanan Barus, mengapa Nias pada masa ini bukan mayoritas menganut agama islam? Mengingat pada masa itu, orang-orang dari luar nusantara, baik eropa dan arab secara tidak langsung membawa misi keagamaan.</p>
<p>Jika dilihat lagi, masyarakat Nias yang menganut agama islam kebanyakan hanya berada di daerah pesisirnya saja. (Ini berdasarkan data yang mengatakan bahwa Teuku Polem masuk ke Nias sekitar tahun 1640an). </p>
<p>Padahal, pusat peradaban dan kebudayaan serta raja-raja di Nias berada di pusat, diperbukitan, contohnya Bawomataluo. Ini mengingat kondisi alam dan seringnya Nusantara diguncang gempa (Ring of fire)&gt; merupakan bentuk kearifan asli leluhur di nusantara dalam bersinergi dengan alam. Selain itu pemilihan lokasi yang sulit, juga untuk mempertahankan daerah kekuasaan dari serangan musuh.</p>
<p>Jadi, jika benar Nias berada di bawah kekuasaan kesultanan Baros, mengapa di pusat peradaban Nias tidak terdapat jejak-jejak dari budaya Islam? Sepertinya ada penyimpangan sejarah di sini. Dengan menggunakan logika saja ini sudah sangat janggal.</p>
<p>Untuk saudara &#8220;asli Nias&#8221;<br />
Anda ini mengaku orang Nias tapi secara tidak langsung anda menghina leluhur anda sendiri dengan mengatakan asal-usul orang Nias dari China. Leluhur orang Nias berasal dari Nias, bukan dari mana-mana. Jika ada kemiripan, memang iya. Bisa jadi mereka yang berasal dari Nias. Saya tidak pernah melihat budaya megalitikum yang tinggi seperti di NIas ada di Cina. Manakah budaya megalitikum Cina?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Alim M. Zalukhu</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/05/sekeping-potongan-sejarah-nias-pada-abad-ke-9-m/comment-page-1/#comment-130</link>
		<dc:creator>Alim M. Zalukhu</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 16:16:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=41#comment-130</guid>
		<description>Sentuhan keagamaan yang merambah subur di Pulau Nias juga mempengaruhi adat istiadat yang ada, salah satu dicontohkan bahwa di Nias memiliki adat Tabuik (Dabu) yang perpaduannya berasal dari Sumatera Barat dan Daerah Istimewa Aceh. Dalam adat pernikahan pun adat istiadat dua daerah ini menempati posisi yang sangat sentral terhadap penduduk yang beragama Islam. Pelaksanaan pesta pernikahan di daerah ini hampir seluruhnya menggunakan bahasa Minang yang di daerah ini di kenal dengan bahasa pesisir.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sentuhan keagamaan yang merambah subur di Pulau Nias juga mempengaruhi adat istiadat yang ada, salah satu dicontohkan bahwa di Nias memiliki adat Tabuik (Dabu) yang perpaduannya berasal dari Sumatera Barat dan Daerah Istimewa Aceh. Dalam adat pernikahan pun adat istiadat dua daerah ini menempati posisi yang sangat sentral terhadap penduduk yang beragama Islam. Pelaksanaan pesta pernikahan di daerah ini hampir seluruhnya menggunakan bahasa Minang yang di daerah ini di kenal dengan bahasa pesisir.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abdul Halim Nst</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/05/sekeping-potongan-sejarah-nias-pada-abad-ke-9-m/comment-page-1/#comment-129</link>
		<dc:creator>Abdul Halim Nst</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 07:44:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=41#comment-129</guid>
		<description>Seneng nih ada alamat sendiri buat belajar sejarah Muslim di Nias.
Oiya, satu hal yang sangat menarik dari sejarah Muslim Nias adalah budaya barunya yang merupakan pencampuran antara banyak budaya. 

Dari acara pernikahan, kita menggunakan budaya baru sendiri yang merupakan perpaduan antara Aceh, Padang, Bugis, Melayu dll dan termasuk Nias sendiri. Tidak ada budaya di Indonesia yang merupakan campuran dari banyak budaya induk yang menjadi adat baru yang di patuhi dan dijalankan oleh masyarakatnya kecuali Budaya Muslim Nias. Oleh karena itu, mari kita pertahankan budaya kita...

mohon di lain waktu bahas tentang apa saja hukum2 atau adat yg kita pegang secara turun temurun di Nias seperti tata cara pernikahan adat, tata cara upacara meninggal dunia, dll. Mari angkat budaya Muslim Nias...!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seneng nih ada alamat sendiri buat belajar sejarah Muslim di Nias.<br />
Oiya, satu hal yang sangat menarik dari sejarah Muslim Nias adalah budaya barunya yang merupakan pencampuran antara banyak budaya. </p>
<p>Dari acara pernikahan, kita menggunakan budaya baru sendiri yang merupakan perpaduan antara Aceh, Padang, Bugis, Melayu dll dan termasuk Nias sendiri. Tidak ada budaya di Indonesia yang merupakan campuran dari banyak budaya induk yang menjadi adat baru yang di patuhi dan dijalankan oleh masyarakatnya kecuali Budaya Muslim Nias. Oleh karena itu, mari kita pertahankan budaya kita&#8230;</p>
<p>mohon di lain waktu bahas tentang apa saja hukum2 atau adat yg kita pegang secara turun temurun di Nias seperti tata cara pernikahan adat, tata cara upacara meninggal dunia, dll. Mari angkat budaya Muslim Nias&#8230;!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: TWA_H24</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2009/05/sekeping-potongan-sejarah-nias-pada-abad-ke-9-m/comment-page-1/#comment-120</link>
		<dc:creator>TWA_H24</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 01:27:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=41#comment-120</guid>
		<description>Sdr ASLI (mudah-mudahan ini namanya yg Asli ya):
Silahkan sampaikan argumentasi anda dengan cerdas. tak perlu menunjukkan emosi anda dengan menggunakan huruf besar dan tanda seru yang banyak.
Anda boleh tidak suka dengan keyakinan orang lain, itu hak masing-masing orang. Tapi akan menjadi persoalan jika ketidak sukaan tersebut diekspresikan dengan cara-cara yang kurang santun.

Jika anda menafikkan keberadaan Islam di Nias, saya sarankan membaca buku karya E. Fries &quot;Amoeata Hoelo Nono Niha&quot;. Atau langsung baca di &lt;a href=&quot;http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/kronologi-masuknya-islam-di-nias/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/kronologi-masuknya-islam-di-nias/&lt;/a&gt;. 

Kami tidak akan mempersoalkan pernyataan anda tentang riwayat Moyang Gho dan Mho, karena kami tidak punya kompetensi tentang sejarah Ono Niha apalagi untuk menilainya. Tapi kami punya segudang fakta sejarah tentang kedatangan nenek moyang kami ke Nias, yang kebetulan nenek moyang kami tersebut Islam dan berasal dari beberapa suku. 

Tentang kaitan dengan sejarah Batak seperti pada tulisan Julkifli Marbun, silahkan mempertanyakan atau berargumentasi langsung di blognya: &lt;a href=&quot;http://humbahas.blogspot.com/2007/01/nias-abad-ke-9-m.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;http://humbahas.blogspot.com/2007/01/nias-abad-ke-9-m.html&lt;/a&gt;. Karena kami hanya sekedar menyadurnya disini, dan menurut kami itu adalah dokumentasi penting yang memperkaya khasanah berfikir kita tentang sejarah.

Namun demikian, saya sependapat dengan anda tentang persamaan marga yang dipertanyakan sdr. A. Saputra. Bahawa itu hanyalah kemiripan bunyi yang disama-samakan saja.

Sekali lagi kami himbau: bagi yang ingin berargumentasi, berdiskusi ataupun berdebat di blog, harap bertutur dengan santun dan elok. Gunakan akal pikiran yang jernih, jauhkan fanatisme sempit. Karena bagaimanapun tujuan blog ini adalah memperkaya khasanah budaya dan sejarah bangsa kita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sdr ASLI (mudah-mudahan ini namanya yg Asli ya):<br />
Silahkan sampaikan argumentasi anda dengan cerdas. tak perlu menunjukkan emosi anda dengan menggunakan huruf besar dan tanda seru yang banyak.<br />
Anda boleh tidak suka dengan keyakinan orang lain, itu hak masing-masing orang. Tapi akan menjadi persoalan jika ketidak sukaan tersebut diekspresikan dengan cara-cara yang kurang santun.</p>
<p>Jika anda menafikkan keberadaan Islam di Nias, saya sarankan membaca buku karya E. Fries &#8220;Amoeata Hoelo Nono Niha&#8221;. Atau langsung baca di <a href="http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/kronologi-masuknya-islam-di-nias/" rel="nofollow">http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/kronologi-masuknya-islam-di-nias/</a>. </p>
<p>Kami tidak akan mempersoalkan pernyataan anda tentang riwayat Moyang Gho dan Mho, karena kami tidak punya kompetensi tentang sejarah Ono Niha apalagi untuk menilainya. Tapi kami punya segudang fakta sejarah tentang kedatangan nenek moyang kami ke Nias, yang kebetulan nenek moyang kami tersebut Islam dan berasal dari beberapa suku. </p>
<p>Tentang kaitan dengan sejarah Batak seperti pada tulisan Julkifli Marbun, silahkan mempertanyakan atau berargumentasi langsung di blognya: <a href="http://humbahas.blogspot.com/2007/01/nias-abad-ke-9-m.html" rel="nofollow">http://humbahas.blogspot.com/2007/01/nias-abad-ke-9-m.html</a>. Karena kami hanya sekedar menyadurnya disini, dan menurut kami itu adalah dokumentasi penting yang memperkaya khasanah berfikir kita tentang sejarah.</p>
<p>Namun demikian, saya sependapat dengan anda tentang persamaan marga yang dipertanyakan sdr. A. Saputra. Bahawa itu hanyalah kemiripan bunyi yang disama-samakan saja.</p>
<p>Sekali lagi kami himbau: bagi yang ingin berargumentasi, berdiskusi ataupun berdebat di blog, harap bertutur dengan santun dan elok. Gunakan akal pikiran yang jernih, jauhkan fanatisme sempit. Karena bagaimanapun tujuan blog ini adalah memperkaya khasanah budaya dan sejarah bangsa kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
