Nias Baru Masuki Zaman Megalitik Pada 1600
Penemuan sebuah situs arkeologis di Nias, Sumatera Utara, menyatakan bahwa kawasan itu baru memasuki zaman megalitikum (batu besar) pada tahun 1600. “Daerah lain di Indonesia zaman itu sudah masuk zaman kolonial, sedangkan di Nias memasuki kebudayaan batu,” kata Ketut Wiradyana, Peneliti Balai Arkeolaogi Medan kepada Tempo, di kantornya kemarin.
Situs itu adalah Tundrumbaho di Kecamatan Gomo, Nias Selatan. Di sana ditemukan sebuah perkampungan dengan temuan serta berupa alat-alat masak dari gerabah (tanah liat), meja batu, tiang batu, dan belulang binatang. Masyarakat Nias umumnya menganggap nenek moyang mereka berasal dari tempat ini.
Temuan ini diperkirakan berasal dari tahun 1600 Masehi. Penanggalan ini diperkuat pula oleh Lembaga penelitian Prancis, Institut de Recherche Paur le developpement.
Ketut mengatakan, temuan itu membuktikan bahwa kawasan Nias sejak dahulu sudah terisolir. Penemuan benda-benda arkeologis yang ada memperlihatkan tak adanya sentuhan budaya dari luar. Pada masa itu, daerah lain malah sudah menganut agama tertentu.
HAMBALI BATUBARA
Sumber: TEMPO Interaktif | Medan – Kamis, 12 April 2007 | 00:52 WIB