Nias Baru Masuki Zaman Megalitik Pada 1600
Penemuan sebuah situs arkeologis di Nias, Sumatera Utara, menyatakan bahwa kawasan itu baru memasuki zaman megalitikum (batu besar) pada tahun 1600. “Daerah lain di Indonesia zaman itu sudah masuk zaman kolonial, sedangkan di Nias memasuki kebudayaan batu,” kata Ketut Wiradyana, Peneliti Balai Arkeolaogi Medan kepada Tempo, di kantornya kemarin.
Situs itu adalah Tundrumbaho di Kecamatan Gomo, Nias Selatan. Di sana ditemukan sebuah perkampungan dengan temuan serta berupa alat-alat masak dari gerabah (tanah liat), meja batu, tiang batu, dan belulang binatang. Masyarakat Nias umumnya menganggap nenek moyang mereka berasal dari tempat ini.
Temuan ini diperkirakan berasal dari tahun 1600 Masehi. Penanggalan ini diperkuat pula oleh Lembaga penelitian Prancis, Institut de Recherche Paur le developpement.
Ketut mengatakan, temuan itu membuktikan bahwa kawasan Nias sejak dahulu sudah terisolir. Penemuan benda-benda arkeologis yang ada memperlihatkan tak adanya sentuhan budaya dari luar. Pada masa itu, daerah lain malah sudah menganut agama tertentu.
HAMBALI BATUBARA
Sumber: TEMPO Interaktif | Medan – Kamis, 12 April 2007 | 00:52 WIB
April 13th, 2010 at 04:16
SHALOM, SALAM, YA’AHOWU…………………!
Sy rasa, Ulasan Pak Ketut, perlu kt hayati bersama krn tdk jauh berbeda dgn fakta dilapangan.
Jd ungkapan yang menyatakan bhw ant Nias dgn Batak ada keterkaitan, perlu kt telusuri dulu, biar tdk hanya didasari dengan logika kt sendiri.
June 20th, 2010 at 20:42
AQ GAK AKAN PERNAH PERCAYA ARKEOLOG ATAUPUN SEJARAWAN ASAL INDON….99 % SPEKULATOR
July 18th, 2010 at 11:55
Soal ada kemungkinan hubungan kekerabatan yang dikaitkan dengan persamaan kata marga (Contoh ; Harahap = harefa dll), rasanya sangat tidak berdasar dalam pendekatan penelitian ilmiah. Tapi kalau supaya aman dalam bergaul di rantau orang ….. ya dengan cara itulah kita aman, he …. he …. he ….
Pada dasarya saya bangga jadi orang Nias yang secara hidayah dulunya oleh kakek saya menerima keyakinan ISLAM secara ikhlas menjadi pedoman hidup, ALLAHUAKBAR !
Namun saran saya, kalau menelusuri asal usul dan budaya …… alangkah baiknya dipisahkan menurut kelompok pendekatannya, sehingga tidak memancing emosi pihak lain yang merasa dirugikan (maklum baru mengembara/turun gunung ….. he… he … he).
Himbauan saya kepada masyarakat Nias …… mari kita menjadi salah satu suku yang menjalankan ISLAM sebagaimana yang diharapkan Rasulullah dan mari kita buktikan kepada suku lain yang menyatakan ISLAM sebagai pegangangan hidup yang rahmatan lil ‘alamin …. yang dapat berdampingan dengan saudaranya yang berbeda keyakinan ……. Karena itulah pendapat saya yang telah membuktikan bahwa suku kita dulunya juga berasal dari suku yang tidak punya keyakinan.
Sebagai intermezo ……… dulu saya sekolah TK hingga SD dari Sekola Katolik MUTIARA, dimana disekolah itu kita tidak diajarkan perbedaan …… justru yang diajarkan sangat menggambarkan dua saudara yang hanya berbeda keyakinan ……. namun semuanya mengedepankan tali persaudaraan yang kuat dari satu keturunan MANUSIA ……. bukan JIN atau SYETAN. Maka untuk itu bersaudara bukan berarti satu keyakinan tapi bersaudara berlomba menebalkan keimanan kepada keyakinannya masing-masing …….. ALLAHUAKBAR !!!!!!!