<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kedatangan Orang Aceh di Nias</title>
	<atom:link href="http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/kedatangan-orang-aceh-di-nias/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/kedatangan-orang-aceh-di-nias/</link>
	<description>Sejarah &#38; Budaya Muslim Nias</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Jul 2010 04:55:55 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: TWA_H24</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/kedatangan-orang-aceh-di-nias/comment-page-1/#comment-133</link>
		<dc:creator>TWA_H24</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 23:59:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=10#comment-133</guid>
		<description>keturunan Aceh di Nias tidak bisa berbahasa Aceh. Tapi ada satu kampung yg menurut beberapa catatan sejarah sebagai daerah awal kedatangan orang Aceh di Nias, logat /dialeknya sedikit mirip logat Aceh meskipun mereka berbahasa Nias. 
Untuk pakaian Adat, untuk prianya masih serupa (tapi mungkin tidak 100% sama). Biasanya yang wanita memakai pakaian khas anak daro dari Minang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>keturunan Aceh di Nias tidak bisa berbahasa Aceh. Tapi ada satu kampung yg menurut beberapa catatan sejarah sebagai daerah awal kedatangan orang Aceh di Nias, logat /dialeknya sedikit mirip logat Aceh meskipun mereka berbahasa Nias.<br />
Untuk pakaian Adat, untuk prianya masih serupa (tapi mungkin tidak 100% sama). Biasanya yang wanita memakai pakaian khas anak daro dari Minang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Amir Yahya</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/kedatangan-orang-aceh-di-nias/comment-page-1/#comment-132</link>
		<dc:creator>Amir Yahya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 20:36:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=10#comment-132</guid>
		<description>Saleum,

Saya pengen nanya, apakah keturunan aceh di nias, masih bisa berbahasa aceh dan pakaian adatnya sama seperti di aceh.. (Spt Avatar 5 TWA_H24 dgn kupiah meukutop)?.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saleum,</p>
<p>Saya pengen nanya, apakah keturunan aceh di nias, masih bisa berbahasa aceh dan pakaian adatnya sama seperti di aceh.. (Spt Avatar 5 TWA_H24 dgn kupiah meukutop)?.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iman Ria Duha</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/kedatangan-orang-aceh-di-nias/comment-page-1/#comment-41</link>
		<dc:creator>Iman Ria Duha</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 04:36:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=10#comment-41</guid>
		<description>ya&#039;ahowu... saya marga duha, saya sangat berterima kasih karena artikel ini telah dimuat... saya mendapat sedikit pencerahan mengenai asal - usul marga saya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya&#8217;ahowu&#8230; saya marga duha, saya sangat berterima kasih karena artikel ini telah dimuat&#8230; saya mendapat sedikit pencerahan mengenai asal &#8211; usul marga saya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: A. Hasan</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/kedatangan-orang-aceh-di-nias/comment-page-1/#comment-37</link>
		<dc:creator>A. Hasan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 06:18:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=10#comment-37</guid>
		<description>Yang jelas bahwa Teuku Polem yang masuk di Desa Mudik Gunungsitoli, bukanlah satu-satunya keturunan Aceh yang datang di Kep. Nias. Pengamatan saya bahwa di beberapa daerah sepert Afulu, Toyolawa, Sirombu dll, generasi mereka masih hidup dan mendiami daerah itu turun temurun, dan mereka bukanlah keturunan dari Teuku Polem yang di Mudik itu. ini membuktikan bahwa keturunan Aceh di Kep. Nias datang bukan satu tahap, dan itu harus diakui. Untuk membuka tabir ini, saya mengajak dan menghimbau para generasi keturunan Aceh di Kep. Nias (dimana saja berada/di perantauan) untuk membuka seminar, diskusi atau forum untuk menyiasati kisah ini. Pendapat Anda mengatakan 1 generasi = 25 tahun dapat difahami, Labay Yaman di Nalua dgn kuburannya sudah generasi ke 7 saat ini (terakhir masih bayi), saya berharap kalau ada kesempatan kita saksikan kuburan Labay Yaman tsb, semoga, Yaahowu, Wassalamu alaikum WW.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang jelas bahwa Teuku Polem yang masuk di Desa Mudik Gunungsitoli, bukanlah satu-satunya keturunan Aceh yang datang di Kep. Nias. Pengamatan saya bahwa di beberapa daerah sepert Afulu, Toyolawa, Sirombu dll, generasi mereka masih hidup dan mendiami daerah itu turun temurun, dan mereka bukanlah keturunan dari Teuku Polem yang di Mudik itu. ini membuktikan bahwa keturunan Aceh di Kep. Nias datang bukan satu tahap, dan itu harus diakui. Untuk membuka tabir ini, saya mengajak dan menghimbau para generasi keturunan Aceh di Kep. Nias (dimana saja berada/di perantauan) untuk membuka seminar, diskusi atau forum untuk menyiasati kisah ini. Pendapat Anda mengatakan 1 generasi = 25 tahun dapat difahami, Labay Yaman di Nalua dgn kuburannya sudah generasi ke 7 saat ini (terakhir masih bayi), saya berharap kalau ada kesempatan kita saksikan kuburan Labay Yaman tsb, semoga, Yaahowu, Wassalamu alaikum WW.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: TWA_H24</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/kedatangan-orang-aceh-di-nias/comment-page-1/#comment-36</link>
		<dc:creator>TWA_H24</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 02:49:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=10#comment-36</guid>
		<description>Pak A. Hasan, sejujurnya saya pribadi baru kali ini saya mendengar penuturan sejarah suku Aceh di daerah utara. Karena kami sendiri lahir dan besar di Gunungsitoli.

Apa yang anda ceritakan dapat memperkaya khasanah tentang sejarah para Ndrawa di Nias, khusunya suku Aceh.  Alangkah baiknya jika dapat dirangkum dalam satu tulisan yang dapat kita sajikian sebagai satu atau beberapa artikel di web site ini.

Mengenai pernyataan anda sebagai generasi ke 5 dari Labay Yaman, maka saya sedikit mempertanyakannya: apakah pak A. Hasan tidak salah menyebutkan sebagai generasi ke 5.. ?

Karena dalam ilmu antropologi biasanya satu generasi dihitung 25 Thn, maka jika pak A. Hasan mengatakan sebagai generasi ke 5 maka itu berarti Alm. Labay Yaman hidup sekitar 5 x 25 = 100 Tahun yg lalu atau sekitar tahun 1900 an.

Coba kita bandingkan dengan sejarah Teuku Polem maupun Datuk Radja Ahmad di Gunungsitoli yang menurut penyebutan tambo datang sekitar 1111 H. atau jika kita konversikan ke tahun masehi sama dengan 1699 M.

Hitungan secara generasi, keturunan Teuku Polem dan Datuk Radja Ahmad saat ini sudah generasi ke 12 s/d 13. Kita coba ambil yg ke 13, 13 x 25 = 325. 
2009 - 325= 1648. Tidak jauh beda dengan tahun penyebutan 1699 diatas.

Mengenai marga Duha, kisah ini tidak hanya dituturkan oleh marga Polem tapi bahkan banyak diceritakan dari kalangan bermarga Duha sendiri yang dituturkan dari orang-orang tua mereka. Catatan ilmiah tentang hal ini disebutkan dalam uku “Asal Usul Masyarakat Nias – Suatu Interpretasi” karangan P. Johannes M. Harmmerle OFMCap. tahun 2001 menyebutkan: Keturunan dari Polem di daerah To’ene cukup banyak. Mulai dengan cucu dari Polem yang diberi nama Duha, maka keturunannya digelari dengan marga Duha (hal. 226).

Namun sayangnya kami belum memperoleh penjelasan atau riwayat lengkap tentang hal ini. Mudah-mudahan ke depan ada saudara kita baik dari Polem maupun Duha yang dapat menuturkannya disini.

Sekali lagi saya mengajak pak A. Hasan, kiranya riwayat-riwayat penuturan sejarah keturunan Aceh di Utara yang dapat pak A. Hasan rangkum menjadi tulisan kiranya dapat kita sajikan disini menjadi satu atau beberapa artikel lengkap. Supaya menjadi wawasan baru bagi generasai kini dan mendatang. Wassalam (TWA_H24)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak A. Hasan, sejujurnya saya pribadi baru kali ini saya mendengar penuturan sejarah suku Aceh di daerah utara. Karena kami sendiri lahir dan besar di Gunungsitoli.</p>
<p>Apa yang anda ceritakan dapat memperkaya khasanah tentang sejarah para Ndrawa di Nias, khusunya suku Aceh.  Alangkah baiknya jika dapat dirangkum dalam satu tulisan yang dapat kita sajikian sebagai satu atau beberapa artikel di web site ini.</p>
<p>Mengenai pernyataan anda sebagai generasi ke 5 dari Labay Yaman, maka saya sedikit mempertanyakannya: apakah pak A. Hasan tidak salah menyebutkan sebagai generasi ke 5.. ?</p>
<p>Karena dalam ilmu antropologi biasanya satu generasi dihitung 25 Thn, maka jika pak A. Hasan mengatakan sebagai generasi ke 5 maka itu berarti Alm. Labay Yaman hidup sekitar 5 x 25 = 100 Tahun yg lalu atau sekitar tahun 1900 an.</p>
<p>Coba kita bandingkan dengan sejarah Teuku Polem maupun Datuk Radja Ahmad di Gunungsitoli yang menurut penyebutan tambo datang sekitar 1111 H. atau jika kita konversikan ke tahun masehi sama dengan 1699 M.</p>
<p>Hitungan secara generasi, keturunan Teuku Polem dan Datuk Radja Ahmad saat ini sudah generasi ke 12 s/d 13. Kita coba ambil yg ke 13, 13 x 25 = 325.<br />
2009 &#8211; 325= 1648. Tidak jauh beda dengan tahun penyebutan 1699 diatas.</p>
<p>Mengenai marga Duha, kisah ini tidak hanya dituturkan oleh marga Polem tapi bahkan banyak diceritakan dari kalangan bermarga Duha sendiri yang dituturkan dari orang-orang tua mereka. Catatan ilmiah tentang hal ini disebutkan dalam uku “Asal Usul Masyarakat Nias – Suatu Interpretasi” karangan P. Johannes M. Harmmerle OFMCap. tahun 2001 menyebutkan: Keturunan dari Polem di daerah To’ene cukup banyak. Mulai dengan cucu dari Polem yang diberi nama Duha, maka keturunannya digelari dengan marga Duha (hal. 226).</p>
<p>Namun sayangnya kami belum memperoleh penjelasan atau riwayat lengkap tentang hal ini. Mudah-mudahan ke depan ada saudara kita baik dari Polem maupun Duha yang dapat menuturkannya disini.</p>
<p>Sekali lagi saya mengajak pak A. Hasan, kiranya riwayat-riwayat penuturan sejarah keturunan Aceh di Utara yang dapat pak A. Hasan rangkum menjadi tulisan kiranya dapat kita sajikan disini menjadi satu atau beberapa artikel lengkap. Supaya menjadi wawasan baru bagi generasai kini dan mendatang. Wassalam (TWA_H24)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: A. Hasan</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/kedatangan-orang-aceh-di-nias/comment-page-1/#comment-34</link>
		<dc:creator>A. Hasan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 02:03:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=10#comment-34</guid>
		<description>Yang saya ketahui keturunan Aceh di Kep. Nias bukan satu-satunya di Desa Mudik, Dapat saya jelaskan ada yang bermukim di Nalua Desa Muzoi-Idanondawa Kec Lahewa (dulu), dari Nalua ini dapat dibuktikan dengan Kuburannya dan berasal dari Meulaboh, (Namanya Labay Yaman), saya salah seorang generasi ke 5 dari beliau dan memakai marga Aceh, Di Kec. Sirombu juga ada keturunan Aceh, di Toyolawa Kec. Lahewa, Afulu di Kec. Afulu, dll sebagainya. Saya sangat bingung kalau Marga Duha yang asli suku di Nias Selatan disinyalir bagian dari Suku Aceh, menurut pendapat saya Aceh dan Polem itulah yang benar-benar dari Aceh, tolong dijelasin bagaimana suku Aceh menjadi Duha. Bahwa Orang Aceh nikah dgn penduduk setempat iya, dan sangat-sangat mungkin karena tujuan semula menyebarkan Agama Islam sambil berdiam di daerah pantai-pantai Kep. Nias. begitulah penuturan nenekku sebelum almarhumah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang saya ketahui keturunan Aceh di Kep. Nias bukan satu-satunya di Desa Mudik, Dapat saya jelaskan ada yang bermukim di Nalua Desa Muzoi-Idanondawa Kec Lahewa (dulu), dari Nalua ini dapat dibuktikan dengan Kuburannya dan berasal dari Meulaboh, (Namanya Labay Yaman), saya salah seorang generasi ke 5 dari beliau dan memakai marga Aceh, Di Kec. Sirombu juga ada keturunan Aceh, di Toyolawa Kec. Lahewa, Afulu di Kec. Afulu, dll sebagainya. Saya sangat bingung kalau Marga Duha yang asli suku di Nias Selatan disinyalir bagian dari Suku Aceh, menurut pendapat saya Aceh dan Polem itulah yang benar-benar dari Aceh, tolong dijelasin bagaimana suku Aceh menjadi Duha. Bahwa Orang Aceh nikah dgn penduduk setempat iya, dan sangat-sangat mungkin karena tujuan semula menyebarkan Agama Islam sambil berdiam di daerah pantai-pantai Kep. Nias. begitulah penuturan nenekku sebelum almarhumah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: TWA_H24</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/kedatangan-orang-aceh-di-nias/comment-page-1/#comment-33</link>
		<dc:creator>TWA_H24</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 00:28:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=10#comment-33</guid>
		<description>Pak A. Hasan,

Anda betul, keturunan Aceh yang memakai nama belakang Polem di desa Mudik adalah Aceh mukim 26. Menurut sejarah ini adalah generasi pertama orang Aceh yg tiba di Nias. Sama-sama kita ketahui bahwa keturnan Aceh di Nias ada yang memakai nama belakang Polem dan ada yang memakai nama belakang Aceh. Di Nias Selatan, ada juga marga Duha yang diyakini sebagai anak cucu keturunan dari Teuku Polem.

Jika pak A. Hasan memiliki data-data dan fakta sejarah tentang keturunan orang Aceh di Nias yang dapat kita publikasikan disini, maka janganlah sungkan-sungkan untuk berkontribusi disini. Silahkan di email kepada redaksi di muslim.nias@gmail.com

Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak A. Hasan,</p>
<p>Anda betul, keturunan Aceh yang memakai nama belakang Polem di desa Mudik adalah Aceh mukim 26. Menurut sejarah ini adalah generasi pertama orang Aceh yg tiba di Nias. Sama-sama kita ketahui bahwa keturnan Aceh di Nias ada yang memakai nama belakang Polem dan ada yang memakai nama belakang Aceh. Di Nias Selatan, ada juga marga Duha yang diyakini sebagai anak cucu keturunan dari Teuku Polem.</p>
<p>Jika pak A. Hasan memiliki data-data dan fakta sejarah tentang keturunan orang Aceh di Nias yang dapat kita publikasikan disini, maka janganlah sungkan-sungkan untuk berkontribusi disini. Silahkan di email kepada redaksi di <a href="mailto:muslim.nias@gmail.com">muslim.nias@gmail.com</a></p>
<p>Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: A. Hasan</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/kedatangan-orang-aceh-di-nias/comment-page-1/#comment-32</link>
		<dc:creator>A. Hasan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 23:06:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=10#comment-32</guid>
		<description>Kedatangan orang Aceh di Kep. Nias bukan hanya di Mudik Gunungsitoli, tapi bertahap dan berkolompok terpencar di seluruh pantai di Kep. Nias. Salah satu bukti adalah sering memakai Polem, Aceh 26, 27 dll. Dapat dibuktikan dari masing-masing generasi mereka yang masih mendiami Kep. Nias sampai sekarang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kedatangan orang Aceh di Kep. Nias bukan hanya di Mudik Gunungsitoli, tapi bertahap dan berkolompok terpencar di seluruh pantai di Kep. Nias. Salah satu bukti adalah sering memakai Polem, Aceh 26, 27 dll. Dapat dibuktikan dari masing-masing generasi mereka yang masih mendiami Kep. Nias sampai sekarang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anas</title>
		<link>http://sejarah.muslim-nias.org/2007/02/kedatangan-orang-aceh-di-nias/comment-page-1/#comment-31</link>
		<dc:creator>anas</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 14:57:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sejarah.muslim-nias.org/?p=10#comment-31</guid>
		<description>ya&#039;ahowu. salam sejahtera bagi kita semua ,,,, /? cerita diatas sangat bagus sekali .. dimana memberikan informasi asal - usul Nias seperti begitu ... namun adakalanya supaya lebih menarik dan lebih memperkuat lagi kalau dibarengi dengan foto - foto sebagai bukti dan  penampakan bagi generasi muda .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya&#8217;ahowu. salam sejahtera bagi kita semua ,,,, /? cerita diatas sangat bagus sekali .. dimana memberikan informasi asal &#8211; usul Nias seperti begitu &#8230; namun adakalanya supaya lebih menarik dan lebih memperkuat lagi kalau dibarengi dengan foto &#8211; foto sebagai bukti dan  penampakan bagi generasi muda .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
